“Voice of Trisma, The Best Online Radio in Bali”
Penulis
layouter
desainer_cover
penerbit
alamat_penerbit
tebal_buku
edisi
tahun_terbit
Judul Buku : Voice of Trisma: Berselancar Di Tengah Badai
Pengarang : Amelia Dwinda Gusanti
Penerbit : Madyapadma Journalistic Park SMA Negeri 3 Denpasar
Tebal : 80 halaman
Tahun Terbit : 2017
Edisi : Ke-1
Radio menjadi salah satu alat elektronik yang memiliki peran besar bagi Indonesia sebagai alat yang bisa menyebarkan pesan kepada masyarakat Indonesia. Bahkan berita kemerdekaan Indonesia pada17 Agustus 1945 juga disebarkan melalui siaran radio pada saat itu. Sepak terjang radio dalam masyarakat, hingga kelahiran radio membawa perubahan besar dan dapat dikenal luas oleh masyarakat. Seiring perkembangan waktu, kelahiran radio ‘gelap’ atau radio komunitas semakin bertambah jumlahnya. Berkembangnya radio ini membuat radio dikenal sebagai siaran yang membawa hiburan bagi masyarakat, namun sedikit yang mengetahui radio sebagai media pendidikan. Perlahan, ‘Komunitas Pendidikan Radio Trisma’ lahir dengan dikelola langsung oleh komunitas pendidikan yaitu guru, pelajar, dan masyarakat sekitar. Melalui visinya “Radio Penyiaran Komunitas Pendidikan yang Edukatif, Komunikatif, Informatif, Kreatif dan Ekspresif”, Komunitas Pendidikan Radio Trisma hadir untuk memberikan informasi yang mendidik, sesuai dengan ciri khas Voice of Trisma ’meremajakan dan mengedukasi’. Melalui frekuensi 107.9 FM, Voice of Trisma pertama kali dapat mengudara sebagai radio komunitas di Bali.
Perjalanan Voice of Trisma sebagai salah satu bidang dalam ekstra Madyapadma Journalistic Park tidaklah mudah, jatuh bangun dilalui bersama oleh angkatan awal Voice of Trisma. Tak berlangsung lama, pada tahun keempatnya, Voice of Trisma tiba-tiba diberhentikan untuk mengudara dengan alasan frekuensi. Namun, Voice of Trisma masih memiliki asa untuk bangkit. Berdirinya KBRF (Kantor Berita Radio Features) menjadi sebuah cahaya bagi Voice of Trisma untuk bangkit. Pilihan Voice of Trisma untuk mengubah jenis siarannya dari frekuensi menjadi radio online merupakan langkah awal dari masa keemasan Voice of Trisma. Awan hitam telah dilalui, kini Voice of Trisma telah mengudara kembali untuk Indonesia dengan berbasis online. Hingga kini, Voice of Trisma dikenal sebagai the best online radio in Bali sebagai pembuka siarannya.
Secara umum, buku ‘Voice of Trisma: Berselancar di Tengah Badai’ ini memberikan informasi mengenai perjalanan awal Voice of Trisma sebagai radio komunitas di Bali hingga menjadi radio berbasis online. Buku yang menjelaskan ‘jatuh bangunnya’ Voice of Trisma ini disusun dalam 6 bab yang menjelaskan secara rinci akan sejarah radio di Indonesia hingga kehadiran Voice of Trisma untuk Indonesia. Keterkaitan antar babnya sangat mudah dipahami oleh pembaca, terlebih penulis menambahkan beberapa ilustrasi yang mampu menarik pembacanya untuk mendalami lebih dalam akan pembahasan di buku ini. Melalui buku ini, pembaca akan diajak untuk merasakan ketegangan akan ‘badai’ yang menerpa perjalanan Voice of Trisma sebagai radio komunitas milik SMAN 3 Denpasar. Penulis menyoroti akan masalah yang menimpa Voice of Trisma pada tahun keempatnya, dimana saat itu radio yang memiliki frekuensi 107.9 FM ini harus diberhentikan karena alasan frekuensi yang terlalu dekat dengan radio tetangga. Dengan tantangan yang hadir, Voice of Trisma mendapatkan kekuatannya untuk berusaha hadir kembali untuk ‘meremajakan dan mengedukasi’. “107.9 FM Voice of Trisma, The Best Community Radio in Bali (halaman 37)”.
Secara visual, buku ini dikemas dengan menarik melalui gambar covernya yang terlihat sederhana, namun menggambarkan seluruh isi buku ini yang menceritakan akan perjuangan gigih Voice of Trisma untuk mengudara kembali. Pemilihan warna serta tipografinya juga memudahkan penggemar untuk menelisik lebih dalam akan perjalanan Voice of Trisma. Sayangnya, sebagus apapun penulis mengemas bukunya, pasti akan memiliki kekurangannya juga. Tak terkecuali buku ini yang memiliki kekurangannya dalam kesalahan tipografinya, contohnya pada halaman 5, yang ditulis ‘pemerinta militer Jepang..’ seharusnya ditulis menjadi ‘pemerintah militer Jepang’. Meski begitu, kekurangan tersebut tidak akan mengurangi isi yang disampaikan penulis dalam buku ini. Buku ini akan membawa pembacanya untuk mengenal lebih dalam akan kelahiran Voice of Trisma, jatuh bangunnya Voice of Trisma, dan kebangkitan Voice of Trisma yang hadir untuk Indonesia sebagai radio berbasis online. “Voice of Trisma, The Best Online Radio in Bali (halaman 60)”. (Putu Masayu Cahyaning L.)