Putu Berliana Putri
Tebarkan Aura Positif dengan Menulis
Karya
PPDB : Kekacauan Tak Kunjung Henti, Gelang Takdir
Bio Penulis
“Musik, tulisan, dan lakon semua itu menurut aku termasuk seni, dimana merupakan sebuah estetika yang bisa dinilai secara objektif dan bersifat subjektif. Aku menuangkan kreativitas dalam otakku ya melalui tulisan,” ungkap Putu Berliana Putri. Setiap pemikiran yang dituangkannya lewat tulisan membuatnya merasa bebas.
Berlin begitulah sapaan akrabnya. Gadis kelahiran Denpasar, 12 Oktober 2002 mulai menulis ketika menduduki bangku menengah petama di usia 15 tahun. Lantas, ketika usianya menginjak angka 17 Berlin semakin giat menulis. Terbukti, gadis penyuka warna hitam tersebut berhasil menghasilkan buku di usianya yang cukup belia.
Di bawah naungan Madyapadma Journalistic Park, anak pertama dari tiga bersaudara ini berhasil menulis dua buah buku. Bersama teman-temannya, gadis yang memiliki hobi photograpy ini telah menerbitkan buku yang berjudul PPDB: Kekacauan Tak Kunjung Henti dan Gelang takdir. ”Sebenernya sih ada 3 buku yang aku udah tulis tapi, baru 2 buku aja yang udah selesai pengerjaanya yaitu buku PPDB sama Gelang Takdir. Buku tentang karya tulis aku yang judulnya Sejarah Perkembangan Perbioskopan Kota Denpasar sampai sekarang belum jadi. Layouternya udah ready tapi masih ada beberapa hal yang harus aku priorotaskan” tutur gadis penyuka lime grass ini via daring pada Minggu (20/12).
Hambatan akan selalu ada dalam setiap perjalanan. Seperti halnya yang dialami Berlin ketika menyusun buku-buku miliknya. “Menyusun jalan cerita biar jalan ceritanya nggak sama kayak cerita yang lain dan waktunya juga mepet banget waktu itu, itu menjadi penghambatnya waktu nulis buku Gelang Takdir” ucap putri dari pasangan Gede Putra Antara dan Ni Nyoman Sri Handayani. Buku ini menjadi karya yang gadis berparas ayu ini susun dengan waktu tercepat bersama temannya. “Ini buku tercepat yang pernah aku buat, dalam waktu 3 hari udah selesai pengerjaanya” ujarnya.
Mengatasi hambatan dalam menulis, gadis penyuka travelling ini mempunyai cara tersendiri untuk mengatasi masalah tersebut. “Solusi yang bisa aku kasi si mungkin kita bisa melakukan sesuatu yang kita suka, kumunikasi antar tim juga penting ya karena dengan berkomunikasi kita bisa buka wawasan dan jalan pikiran kita” jelas Berlin. Buku yang berhasil diluncurkannya tak langsung membuat Berlin berpuas diri. “Selain jadi self appriciate yang menjadi motivasi ku dalam menulis, ketika melihat orang lain menghargai sebuah karya dan karya ku bisa membawa hal positif bagi sekelilingku aku jadi lebih terpacu untuk menulis” ucapnya.
Tidak ada batasan dalam menulis begitulah anggapan gadis penggemar healthy food ini. Karya-karya yang telah dibuatnya sangat membekas dalam dirinya, gadis yang gemar menulis ini menganggap bahwa tulisan mampu menginspirasi banyak orang. (is)